Sabtu, 02 Oktober 2010

BUDAYA DAN MASYARAKAT SELANDIA BARU


Selandia Baru merupakan sebuah negara kepulauan di sebelah barat daya Samudra Pasifik dan di tenggara Australia yang terdiri dari dua pulau besar yaitu Pulau Utara dan Pulau Selatan serta beberapa pulau kecil lainnya dan menjadi  wilayah Persemakmuran Britania. Dulunya Selandia baru adalah kepulauan yang tidak berpenghuni dan terisolasi selama 80 miliar tahun. Dipercaya bangsa Polinesialah yang pertama kali menemukan kepulauan ini pada tahun 800an M hingga kemudian mereka dinamakan bangsa Maori. Nama Selandia baru diberikan oleh Abel Janszoon Tasman pada tahun 1642. Pada tahun 1768 banyak bangsa Eropa yang mendatangi Selandia Baru baik untuk berdagang, menyebarkan agama atau sekedar untuk singgah.   
Banyak konflik terjadi dengan antara bangsa pendatang (pakeha) dan bangsa Maori yang disebabkan adanya perbedaan pemahaman tentang kepemilikan tanah (http://www.selandiabaru.net). Hingga akhirnya Kerajaan Inggris mengirim William Hobson sekitar tahun 1839 untuk mengadakan perjanjian dengan bangsa Maori yang disebut dengan perjanjian Waitangi. Perjanjian ini berisi tentang perlindungan hak atas kepemilikan tanah dan pemerintahan baik kepada warga pendatang ataupun kepada bangsa Maori, namun pada prakteknya malah menimbulkan percekcokan dan bahkan perang (http://www.selandiabaru.net).
Pada tahun 1907 Kerajaan Inggris memberlakukan Selandia Baru sebagai bagian dari kolonialnya, memberikan otonomi daerah pada tahun 1931 dan memerdekakan pada tahun 1947. Kemudian setelah Perang Dunia Ke II Selandia Baru menjadi semakin kaya, namun terjadi beberapa masalah ketika bangsa asli Maori yang tadinya tinggal di daerah pinggiran mulai bermigrasi ke kota untuk memiliki kehidupan dan pendidikan yang lebih baik. Perpindahan bangsa Maori ini menimbulkan tindakan rasis dari bangsa pendatang dan memicu tindakan protes bangsa Maori yang merasa dikhianati dari perjanjian Waitangi. Penelurusan dilakukan kembali pada tahun 1985 dan hingga akhirnya disahkanlah 4th Labour Government oleh Menteri Keuangan Roger Douglas untuk menstabilkan kondisi ekonomi di Selandia Baru (http://www.cia.gov).
Ekonomi di Selandia Baru masih tergantung pada industri peternakan yang menghasilkan daging, susu dan wool juga buah-buahan, anggur dan produk lainnya. Bidang lain yang menyumbang pemasukan negara adalah pariwisata yang sukses membuat  citra Selandia Baru sebagai salah satu tujuan pariwisata favorit di dunia, apalagi setelah  pembuatan film Lord Of The Ring Trilogy dilakukan di sana  dengan menampilkan banyak keindahan alam yang luar biasa dan masih tak terjamah tangan manusia (http://www.selandiabaru.net). Selama 20 tahun terakhir, Selandia Baru telah mengalami perubahan fokus ekonomi dari yang semula ekonomi agraris ke pasar ekonomi bebas dan industrialisasi. Momentum yang menandai perubahan ini adalah pasca Perang Dunia II saat tingkat urbanisasi mengalami peningkatan. Pendapatan perkapita Selandia Baru mengalami peningkatan dan kapabilitas teknologi dalam sektor industri juga meningkat. GDP Selandia Baru pada tahun 2008 adalah $27,900. Walaupun porsi pertanian dalam ekonomi Selandia Baru terhitung kecil, namun Selandia Baru merupakan salah satu produsen pertanian yang paling produktif dan efisien di dunia.
Dari segi demografi, Selandia Baru memiliki populasi sekitar 4 juta pada tahun 2006 yang 80% diantaranya adalah turunan Eropa dan  sekitar tahun 1996 dan 2001, jumlah orang Asia yang ada di sana telah melewati jumlah orang Kepulauan Pasifik. Secara garis besar masyarakat Selandia Baru memiliki karakter yang ramah dan suka bekerja keras karena lokasinya yang terisolir di Asia Pasifik dan keadaan topografi yang tidak datar, mereka juga cenderung bersifat individual, dan self-reliance. Hal ini yang menyebabkan masyarakat Selandia Baru tidak terlalu bergantung pada negara lain. Suku Maori yang merupakan penduduk pribumi memiliki ciri fisik besar, tegap, berkulit hitam, rambut keriting, bibir tebal, dan mulut lebar.  Struktur keluarga suku Maori adalah whanau (baca: fanau) yang merupakan kesatuan keluarga besar dengan ikatan kerjasama yang sangat kuat. Tingkat pertumbuhan penduduk yang tidak terlalu tinggi yaitu 0,935% membuat Selandia Baru mengalami kekurangan penduduk pada tahun 1999 hingga 2000 karena tingkat emigrasi jauh lebih besar daripada imigrasi tidak terlalu tinggi (www.cia.gov). Namun sisi positifnya adalah Negara lebih mudah mengatur penduduknya dan tingkat kesejahteraan masyarakatnya menjadi lebih merata dan terjamin. Keunikan lain yang sering menjadi anekdot khas Selandia Baru adalah jumlah domba yang lebih banyak daripada penduduk Selandia Baru dengan perbandingan 1:20 (http://www.selandiabaru.net).
Budaya Selandia Baru merupakan pencampuran antara budaya Barat dan budaya suku Maori yang berasal dari bangsa Polinesia menjadikan Selandia Baru sebagai negara yang kaya akan budaya. Tak hanya itu, budaya bangsa Selandia Baru juga mendapatkan pengaruh dari Amerika, Australia, dan juga budaya Asia (www.teara.govt.nz). Meskipun bangsa Selandia Baru memiliki populasi yang berbeda-beda dan adanya konflik antara Maori dan Pakeha tapi secara garis besar semuanya bersatu membentuk sebuah bangsa yang unik. Bangsa ini banyak menghasilkan karya tradisional yang sangat artistik seperti mengukir, weaving, kappa haka (tarian), whaikorero (seni musik) dan moko (tato) yang semakin berkembang mengikuti jaman seiring dengan semakin kuatnya moderenitas dan teknologi. Untuk karya-karya masa lampau bangsa Maori dapat ditemukan di museum, pasar, toko dan pasar jongkok di sepanjang negeri. Dalam kehidupan sehari-harinya, bangsa Maori menggunakan bahasa Maori yang merupakan salah satu bahasa yang dikukuhkan menjadi bahasa nasional. Bahasa ini memiliki struktur yang logikal dan memiliki aturan yang kuat dalam pengucapannya. Bahasa yang dulunya jarang digunakan karena hanya ada 4% penduduk yang paham, namun sekarang sudah mulai berkembang dan diperkenalkan terutama kepada penduduk yang tidak berbicara bahasa Maori (http://www.innz.co.nz). Ada banyak festival yang diselenggarakan penduduk Selandia Baru di setiap tahunnya seperti festival agama Hindu, Diwali, juga Tahun Baru China dan Festival Bangsa Polinesia yaitu Pasifika.
Analisa dan Kesimpulan
Berbagai keberhasilan yang dimiliki Selandia Baru baik dalam hal ekonomi, politiknya yang demokrasi, dan keunikan masyarakat beserta budayanya yang cukup populer terutama di kawasan Asia Pasifik ternyata tak membuat Selandia Baru menjadi seperti Australia yang berambisi menjadi negara penguasa kawasan. Kenyamanan hidup dan kestabilan adalah kepentingan nasional yang sudah diraih dan ingin dipertahankan oleh Selandia Baru, sehingga sebisa mungkin masalah dan ancaman yang ada segera diselesaikan, seperti masalah Terorisme, dan berbagai konflik di negara tetangganya seperti kudeta Fiji. Masalah lingkungan akibat pemanasan isu global juga dipandang cukup meresahkan karena seperti diberitakan ada ratusan gunung es terapung dari Antartika sedang bergerak menuju Selandia Baru (http://internasional.kompas.com). Badan Glasiologi Australia Divisi Antartika memberitakan mengenai titik es yang terlihat dari foto satelit telah melewati Auckland dan sedang menuju South Island. Bongkahan es tersebut memisahkan diri dari Antartika akibat pemanasan global. Selandia Baru perlu lebih memperhatikan navigasi pantai di daerah yang menjadi tujuan bongkahan es karena wilayah geografisnya yang cukup kecil sehingga rawan untuk tenggelam. Untuk itulah beberapa tahun belakangan ini Selandia Baru begitu peduli pada isu pelestarian lingkungan dan melakukan berbagai kerjasama internasional untuk mengatasinya.

Referensi
About New Zealand – People diakses melalui http://www.innz.co.nz/about/people.html pada 15 Desember 2009
Budaya Selandia Baru 2008 diakses dari http://www.selandiabaru.net pada 15 Desember 2009
Gunung Es Terapung Hijrah ke Selandia Baru, diakses melalui http://internasional.kompas.com pada 15 Desember 2009
New Zealand diakses melalui https://www.cia.gov/library/publications/the-world-
Sejarah Selandia Baru 2008 diakses dari http://www.selandiabaru.net pada 15 Desember 2009
Wilson, John. Society - The people of New Zealand, Te Ara - the Encyclopedia of New Zealand diakses melalui http://www.teara.govt.nz/en/society/1 pada 15 Desember 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar