Rabu, 13 Oktober 2010

NEGARA INDIA


            Berbicara mengenai India, sebenarnya luas sekali bukan sekedar budaya (musik, tari dan film Bollywood) tapi juga militer dan ekonominya yang mengalami perkembangan pesat, konflik Kashmir yang menahun, organisasi regional serta hubungan internasional dari negara India sendiri. Semua hal di atas dapat dijelaskan dan dipahami melalui aspek geopolitik dan geostrategi India, untuk terus survive sebagai sebuah negara maupun bagian dari kawasan Asia Selatan bahkan dalam persaingan internasional di dunia dengan tatanan anarki ini.
Gambaran Umum
Republik India adalah sebuah negara di Asia yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia dan negara terbesar ketujuh berdasarkan ukuran wilayah geografis. Ekonomi India adalah terbesar keempat dalam PDB dan menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. India yang merupakan salah satu dari  negara industri baru juga telah muncul sebagai kekuatan regional yang penting, memiliki kekuatan militer terbesar dan mempunyai kemampuan senjata nuklir. Sektor di atas merupakan gambaran dari power yang dimiliki India untuk menaikkan posisi tawarnya.
Aspek geografis adalah sebuah anugerah atau pemberian berbeda dengan konteks perpolitikan yang selalu berubah. Jadi sangat beruntung sekali India karena terletak di Asia Selatan dengan garis pantai sepanjang 7.000 km, bagian dari anak benua India,  yang merupakan rute perdagangan penting dan bersejarah serta berbatasan dengan semua negara di Asia Selatan, namun di sisi lain juga menimbulkan banyak konflik.[1] Konflik terpanjang dalam sejarah India adalah dengan Pakistan, baik disebabkan oleh intervensi negara besar, perbedaan agama dan kelas, persaingan pengaruh, persepsi ancaman, dll. Selain berbatasan darat dengan banyak negara, India juga berbatasan dengan Samudera Hindia, Laut Arab dan Teluk Bengal yang menjadikannya rute utama pemasokan energi dari wilayah Teluk ke Asia Selatan, Asia Tenggara, Jepang, Australia dan Cina sekaligus laut tersibuk kedua di dunia, selain itu perdagangan manufaktur dan barang mentah dari India dijual ke Eropa, Timur Tengah dan Afrika melalui jalur ini juga.  Jadi wajar bila seorang analis mengatakan bahwa untuk menjadi superpower di abad 21 ini adalah dengan menguasai Samudera Hindia dengan India sebagai pivotal area-nya.



Hubungan Regional dan Internasional India
·                     Hubungan Bilateral
1.      Rusia

India adalah bagian dari politik luar negeri Uni Soviet (dulu) di Asia, meskipun saat itu India merupakan anggota non blok. Soviet menjadi pemasok terbesar militer India dan menjamin pasokannya bebas dari persyaratan barat dan resiko embargo. Jadi India merupakan pintu masuk  Soviet di kawasan Asia Selatan. Setelah Soviet bubar, Rusia tetap menjadi pemasok senjata nomor satu bagi militer India. Dalam beberapa kerjasama yang dilakukan, Rusia memberikan teknologi kepada India meskipun hanya sebatas lapis kedua, karena Rusia sudah mempertimbangkan kalau teknologi dari India ada kemungkinan berpindah tangan pada AS melalui Inggris atau Perancis juga ke Cina.[2] Persahabatan India dan Rusia diperkuat oleh faktor Cina, dimana keduanya pernah mengalami konflik perbatasan dengan Cina. Demikian pula dengan faktor separatisme khususnya yang berkaitan dengan fundamentalisme Islam. Rusia berhadapan dengan masalah yang lebih berat di Dagestan dan Cechnya yang memperoleh pasokan bahan dan milisi dari Afghanistan. Sebaliknya, India sangat membutuhkan Rusia untuk veto di PBB dalam masalah Kashmir dan kepemilikan senjata nuklir. Kemampuan India dalam mencapai minimum detterence-nya baru dapat dicapai dalam 25 sampai 50 tahun sebelum India dapat menandatangani NPT dan CTBT (perjanjian yang membatasi percobaan, kepemilikan dan penyebaran senjata nuklir) dan ini tidak mungkin dilakukan tanpa dukungan Rusia, baik dalam hal teknologi maupun perlindungan veto di PBB.

2.   Amerika Serikat

      Amerika Serikat menerapkan embargo militer pada India sejak lama karena upayanya untuk memiliki senjata nuklir. Embargo militer tersebut masih berlaku hingga sekarang setidaknya untuk peeralatan militer yang sensitif, karena India menolak menandatangani NPT dan CTBT. Selain itu kedekatan India dengan Soviet (kemudian Rusia) otomatis membuat India kurang disukai oleh AS. Namun dikarenakan letak geografisnya, pendiriannya yang non blok, serta keberadaannya sebagai negara demokrasi, para analis militer AS menyimpulkan bahwa konflik dengan India sangat kecil kemungkinannya apalagi pengembangan nuklir di India murni untuk kebutuhan energi serta paham Hind Swaraj-Gandhi yang dianut sampai sekarang oleh masyarakat India, yang menekankan pada ahimsa (prinsip menghormati kehidupan, dalam arti khusus adalah tidak melakukan tindakan kekerasan apalagi pembunuhan) dan satyagraha (prinsip kekuatan jiwa, cinta akan kebenaran). Di era kontemporer ini India dan AS melakukan normalisasi hubungan terkait masalah ekonomi.

3.   Eropa

      Perancis termasuk pemasok senjata bagi India. Teknologi nuklir India pada awalnya berasal dari Perancis. Sikap Perancis yang non-alignment membuatnya tidak terlalu dipengaruhi oleh AS. Namun setelah India menolak menandatangani NPT, tekanan dunia mengharuskan Perancis untuk turut membatasi teknologi yang dipasok ke India. Inggris merupakan bapak India. Sebagai negara commonwealth, India secara tradisi mendapat perlindungan dari Inggris. Hanya saja saat ini, pamor kerajaan Inggris sudah hilang dari dunia, kalah oleh AS. Pembagian wilayah oleh Inggris yang belum selesailah yang menimbulkan konflik Kashmir.
5.   Asia Tenggara

      Asean menjadi model percontohan bagi India dan SAARC, organisasi regional di Asia Selatan, karena mampu menyelesaikan permasalahan secara damai dan tidak mendukung penjajahan. ARF (ASEAN Regional Forum) sangat bermanfaat bagi India untuk melakukan komunikasi akrab yang terbuka dengan negara-negara lain. Hanya saja dalam forum regional yang cukup luas seperti itu India sering menjadi bulan-bulanan karena sikapnya yang tidak mau menandatangani NPT dan CTBT. Selain itu di era perdagangan global ini india butuh perluasan pasar, sehingga kerjasama dengan ASEAN diharapkan menjadi pintu masuk ke seluruh kawasan di Asia Tenggara.
6.       Israel

Israel, negeri kecil dengan kekuatan besar ini, adalah kunci dalam pengembangan   militer negara-negara berkembang. India menyadari hal ini sejak 1992, dari hubungan ini India memperoleh keuntungan yang sangat besar, terutama karena Israel tidak terlalu “pelit” dalam pengalihan teknologi. Israel bahkan tidak mempermasalahkan kedekatan hubungan politik India dengan Iran, atau negara-negara Arab yang benar-benar anti Israel. Dari Israel, India memperoleh amunisi, radar, FAC, electronic warfare system, UAV, serta peningkatan kualitas berbagai peralatan militer. Israel terkenal dalam pemanfaatan mesin-mesin militer lama dan mengubahnya menjadi peralatan modern, serta membuat sendiri suku cadang untuk menghindari embargo, baik peralatan Rusia maupun AS dan Eropa. Dengan naiknya biaya produksi di Rusia akibat gejolak internal, Israel saat ini merupakan pemasok senjata nomor dua untuk India.

7.                  Pakistan
Konflik di Pakistan sebenarnya dilatarbelakangi oleh banyak faktor diantaranya:
-Perbedaan agama dan kelas
Ditinjau dari aspek sejarahnya, pada tahun 1947 Inggris menarik diri dari Asia Selatan kemudian dari situ lahirlah dua negara yaitu India dan Pakistan yang dilatarbelakangi oleh perbedaan agama. Perbedaan ini tidak bisa diakomodir oleh pemimpin dalam negeri bahkan merembet pada masalah strata dan kelas dalam masyarakat.[3]  Sejak saat itu konflik mengarah pada tataran negara, sehingga bentrokan senjata di perbatasan kedua negara tidak dapat dihindari, apalagi ditambah dengan persoalan pembagian wilayah yang tidak tuntas oleh kolonial Inggris sehingga menambah kompleksitas persoalan. Ketegangan dua negara mencapai klimaks pada September 1965 ketika pasukan India dan Pakistan kembali dikerahkan ke medan perang. Kesepakatan damai akhirnya ditandatangani pada tahun 1966, tetapi tahun 1971 mereka kembali bertempur karena sengketa soal wilayah Pakistan Timur, yang kemudian menjadi Bangladesh akibat tidak tertampungnya aspirasi politik.[4]
-Persepsi ancaman
Pada saat Perang dingin berlangsung, kedua negara adidaya yaitu AS dan US berusaha menyebarluaskan pengaruh, tak terkecuali di Asia Selatan. Pakistan yang merasa terancam oleh India akhirnya mencari perlindungan ke AS dan India lebih merapatkan diri pada US saat itu. Di era yang lebih maju paska Perang Dingin, kedua negara beralih persaingan dalam hal  mempersenjatai diri dengan pengembangan senjata nuklir. Selain sebagai penggetar lawan,  nuklir digunakan untuk meningkatkan pengaruh di Asia Selatan maupun luar kawasan. India dan Pakistan berusaha untuk menjadi pemimpin kawasan meskipun secara de facto sebenarnya India yang lebih memenuhi kriteria, karena memiliki kapabilitas ekonomi dan politik yang lebih tangguh dan stabil menurut saya dengan bukti-bukti power yang telah diutarakan di atas. Baik India maupun Pakistan justru memandang ancaman terbesar muncul dari dalam bukan luar kawasan, karena selama ini India dikenal menjalin hubungan baik dengan semua negara baik dengan memberi bantuan keuangan maupuun menyiapkan sukarelawan dalam upaya resolusi konflik, terkecuali dengan Pakistan. Namun sayangnya kepedulian India terhadap dunia luar tak diimbangi dengan peningkatan kondisi dalam negeri sehingga pemerataan tidak terjadi diantara penduduk yang over populated sehingga memunculkan kemiskinan, kesenjangan antar agama dan kelas yang akhirnya melahirkan negara Pakistan ini.
-Perebutan Kashmir
Kashmir adalah sebuah wilayah di utara sub benua India yang dikenal sebagai suatu tempat paling indah dan spektakuler di dunia. Wilayah ini terbagi oleh tiga negara: Pakistan mengontrol barat laut, India mengontrol tengah dan bagian selatan Jammu dan Kashmir, dan Republik Rakyat Cina menguasai timur laut (Aksai Chin). Meskipun wilayah ini dalam prakteknya diatur oleh ketiga negara tersebut, India tidak pernah mengakui secara resmi wilayah yang diakui oleh Pakistan dan China. Pakistan memandang seluruh wilayah Kashmir sebagai wilayah yang di pertentangkan, dan tidak menganggap klaim India atas wilayah ini. Sebuah pilihan yang disukai banyak orang Kashmir adalah kemerdekaan, namun baik Pakistan dan India menentang hal ini. Bila disederhanakan sebenarnya ada empat pendekatan mengenai masalah Kashmir yang tak kunjung usai. Pertama, pasukan tentara Pakistan berambisi untuk mengalahkan India (karena dulu Bangladesh lepas gara-gara bantuan dari India) dan mengambil alih Kashmir. Kedua, secara geopolitik, Pakistan menganggap Kashmir sebagai kawasan strategis namun tidak aman karena dikelilingi kekuatan militer yg kuat sehingga harus dilindungi. Ketiga, pandangan Islamiah mengenai perang perebutan Kashmir adalah jihad  karena Kashmir dianggap sebagai basis umat Muslim di Asia Selatan. Keempat, inisial “K” pada Pakistan memunjukkan Kashmir (Pakistan: Punjab, (kawasan Afghanistan), Kashmir, Sind and Baluchistan).[5]
Bagi India, Kashmir berimplikasi pada lahirnya politik kekerasan dan rasa curiga elemen masyarakat dan pemerintahan, kebijakan militeristik dalam menangani Kashmir bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi serta munculnya berbagai krisis berkelanjutan yang mengancam sistem federalisme dan yang terakhir adalah krisis Kashmir juga menjadi ujian bagi nasionalisme India. Sejak merdeka, India promosi pemikiran homo-indicus, yakni India modern adalah yang homogen, dapat saling tukar, rasional, sekuler, serta punya loyalitas pada pusat/negara, namun nyatanya kemajemukan yang ada justru membawa warna tersendiri dalam bentuk peperangan. Semestinya perbedaan itu untuk disatukan bukan disamakan, bila di negara kita istilahnya sama dengan bhineka tunggal ika yang mengedepankan nilai toleransi.
Pertengahan tahun 2009 ini, perkembangan hubungan kedua negara sudah dapat dikatakan membaik, seperti pada Maret kemarin kedua pucuk pimpinan tertinggi kedua negara melakukan perundingan dengan kesungguhan transparansi pemberitaan media dan setuju untuk tidak bersikap reaksionis terhadap isu-isu terorisme dan fokus terhadap konsesus perdamaian yang mereka perjuangkan setelah sempat tertunda karena insiden Desember kemarin yang melukai parlemen India di Mumbai.

-Intervensi asing
Sudah menjadi bukti dalam sejarah, dimana terjadi konflik apalagi sesudah Perang Dunia II yang melahirkan Perang Dingin, negara adidaya justru memanfaatkannya untuk memperluas lingkungan pengaruhnya, tidak terkecuali di Asia Selatan. Bila India dan Pakistan bersatu, dikhawatirkan akan memunculkan hegemon tandingan yang akan mengancam kedudukan hegemon incumbent, bila masa sekarang adalah AS.



·           Organisasi Regional (SAARC)
Di Wilayah kawasan Asia selatan terdapat organisasi regional yang dinamakan SAARC (South Asian Association for Regional Cooperation) yang beranggotakan delapan negara anggota yaitu Afganistan, Bangladesh, Bhutan, India, Maldives, Nepal, Pakistan dan Sri Lanka. Tidak dapat di pungkiri bila perhatian kita akan tertuju kepada hubungan antara Negara india dan Negara Pakistan yang tidak pernah mengenal kata damai, konflik – konflik laten yang selalu mewarnai hubungan kedua negara yang merupakan hegemon kawasan ini sehingga seringkali menimbulkan kecemasan di antara hubungan kerjasama regional dengan negara-negara lainnya. SAARC menerapkan mekanisme diplomasi dalam menyelesaikan permasalahan internal maupun eksternal sebagai upaya pencapaian kepentingan nasional dari negara-negara anggota.  Keberadaan konflik diantara anggota SAARC sangat mempengaruhi suhu di kawasan ini serta kelangsungan SAARC sebagai sebuah institusi yang muncul di tahun 1985. Melalui pertemuan-pertemuan antar negara SAARC yang dilaksanakan setiap tahun, upaya penyelesaian konflik India-Pakistan terus diupayakan meski sering terjadi perbedaan pendapat antar pemimpin negara untuk mencapai kesepakatan bersama. Persaingan yang mengarah pada pola zero sum antara India dan Pakistan, menjadikan konflik bilateral ini tidak mudah hilang atau diselesaikan dengan solusi rasional sekalipun.
SAARC memang merupakan mediator yang paling tepat untuk masalah di atas. Selain konflik India-Pakistan, terdapat masalah internal lain dalam SAARC yaitu isu pemberontakan Macan Tamil di Srilanka, konflik India dan Bangladesh, kemiskinan yangn terjadi di Bangladesh, militan Afganistan dan lain-lain. Namun konflik yang ada tidak terlalu berpengaruh pada pragmatisme ekonomi sehingga kerjasama bisa tetap terus berjalan, karena alasan ini pulalah maka SAARC tetap eksis dan bertahan sampai sekarang.

·           Organisasi internasional
Sebelum kemerdekaan India tercapai, India dibawah Inggris sudah mulai ikut serta dalam pekerjaan organisasi-organisasi internasional. Diantara organisasi-organisasi Internasional lainnya India ikut serta secara aktif ialah dalam UNICEF (Children’s Emergency Fund), FATT (General Agreement On Tariff and Trade), IBRD (International Bank of Reconstruction Development) dan IMF (International Monetary Fund). India juga anggota original dari Liga Bangsa Bangsa (League of Nation) dan aktif mengambil bagian dalam pekerjaannya, anggota dari International Labour Office (ILO), dan Office of Intelectual Cooperation (OIC). India telah menjadi anggota PBB sejak permulaan berdirinya.
            India juga aktif mengambil bagian persetujuan dalam seluruh pertimbangan PBB dan wakil-wakilnya setia atau mengabdi kepada Security Council. Dalam pertentangan yang timbul dari perang dingin (cold war) telah terlihat bahwa India telah mengikuti sikap permufakatan dengan berhasil, bahkan dalam badan-badan seperti International Commission untuk Indo Cina, india telah dipercayai dengan pertanggung jawaban khusus. Kekuatan militernya ditarik untuk melakukan tugas-tugas khusus di Gana, dan dalam operasi-operasi Kongo terutama pertanggungan jawab membuka kontingen-kontingen tersebut. Didalam perwakilan perwakilan yang khusus seperti Unesco, WHO, dan FAO India memainkan peranan penting.

Referensi
Bandimutt, Praker. INDIA  AND GEOPOLITICS . pdf
Gupta, Sisir. 1996. Kashmir: Study India-Pakistan Relations. Orient Longmans, Bombay. Hal. 69-103
http://the-worldpolitics.com/ diakses 27 Mei 2009
Langkah Perdamaian (semu) antara India dan Pakistan”, www.kompas.com, diakses tanggal 27 Mei 2009
ORGANISASI ASIA SELATAN DAN KONSTELASI POLITIK SERTA EKONOMI DALAM TATANAN GLOBAL diakses melalui www.okezone.com tanggal 1 Juni 2009





[1] Praker Bandimutt. INDIA  AND GEOPOLITICS . pdf

[2] ORGANISASI ASIA SELATAN DAN KONSTELASI POLITIK SERTA EKONOMI DALAM TATANAN GLOBAL diakses melalui www.okezone.com tanggal 1 Juni 2009


[3]Sisir Gupta. 1996. Kashmir: Study India-Pakistan Relations. Orient Longmans, Bombay. Hal. 69-103

[4]  Langkah Perdamaian (semu) antara India dan Pakistan”, www.kompas.com, diakses tanggal 27 Mei 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar